Dialog Jalanan Bangun Kesadaran, Konsep Agung Tribawanto dan Nanin Aprilia Fitriani

MEDIA ONLINE
0

 


PASAMAN BARAT
 | Di sejumlah titik jalan dalam wilayah Kabupaten Pasaman Barat, suasana interaksi antara polisi dan masyarakat kini terasa berbeda. Bukan lagi sekadar pemeriksaan kelengkapan berkendara, melainkan sapaan hangat yang menghadirkan rasa nyaman bagi para pengguna jalan.

Program Polantas Menyapa yang dijalankan jajaran Satuan Lalu Lintas Polres Pasaman Barat menjadi pendekatan edukatif yang menyentuh langsung kesadaran masyarakat tentang pentingnya tertib berlalu lintas.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, menekankan bahwa budaya tertib lalu lintas harus dibangun melalui pemahaman yang tumbuh dari dalam diri masyarakat.

Kasat Lantas Polres Pasaman Barat, AKP Nanin Aprilia Fitriani, memandang pendekatan humanis sebagai cara efektif membangun kedekatan emosional antara polisi dan warga di jalan raya.

Personel Polantas hadir menyapa pengendara roda dua, roda empat, hingga pejalan kaki, sembari menyampaikan pesan keselamatan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Sapaan tersebut disertai pengingat penggunaan helm, kelengkapan surat kendaraan, serta etika berkendara yang aman bagi semua.

Respons masyarakat pun terlihat positif. Senyum yang terbangun di jalan raya menjadi tanda bahwa pendekatan ini diterima dengan baik.

Kedekatan yang tercipta perlahan mengubah cara pandang warga terhadap kehadiran polisi lalu lintas di jalan.

Dampaknya terlihat selama pelaksanaan Operasi Ketupat Singgalang 2026 di Pasaman Barat, di mana angka kecelakaan mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.

Tercatat delapan kasus kecelakaan dengan rincian empat korban luka berat, 13 luka ringan, tanpa korban meninggal dunia, serta kerugian material yang jauh lebih kecil.

Data tersebut menjadi indikator bahwa edukasi yang menyentuh kesadaran masyarakat mampu menekan risiko kecelakaan.

Selama Ramadan hingga Idulfitri, pelayanan optimal terus diberikan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat saat arus mudik dan balik.

Dialog yang terbangun di jalan raya bukan hanya soal aturan, tetapi kepedulian terhadap keselamatan bersama.

Masyarakat mulai memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan sekadar kewajiban hukum, melainkan kebutuhan bersama untuk melindungi diri dan orang lain.

Polantas Menyapa pun menjadi cara baru mendekatkan polisi dan masyarakat di ruang publik yang paling sering bersentuhan: jalan raya.


Catatan Redaksi:

Pendekatan humanis yang dilakukan Polantas ini menunjukkan bahwa keselamatan berlalu lintas tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi pada kesadaran bersama. Masyarakat diharapkan menjadikan tertib berlalu lintas sebagai kebiasaan, bukan karena ada polisi di jalan, melainkan karena memahami bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama.


TIM RMO

Posting Komentar

0Komentar

Posting Komentar (0)